Detektor Gas H2S Pada Sumur Sukowati #5 Bekerja Normal

Rabu, 9 Agustus 2006 - Dibaca 11980 kali

Pada saat katup pengendali gas kick (Hydraulic Control Relief) untuk mengalirkan gas ke burn pit dibuka pertama kali, menimbulkan suara yang keras dan aliran gas tersebut mengeluarkan suara bising yang menyebabkan penduduk di sekitar lokasi menjadi panik. Petugas JOB Pertamina-PetroChina East Java segera mengungsikan penduduk ke tiga tempat yang aman. Jumlah penduduk yang diungsikan sekitar 3.200 orang.

Sumur Sukowati #5 merupakan sumur pengembangan (pemboran miring) yang mulai di bor sejak tanggal 22 Juni 2006. Rencana total pengeboran mencapai kedalaman 6960kaki. Kejadian gas kick bermula dari adanya 'loss circulation' pada kedalaman 6143 kaki pada tanggal 28 Juli 2006 pukul 23.00-23.30.

Untuk mengendalikan gas kick, alat pencegah semburan liar (Blow Out Preventer) ditutup. Kemudian gas yang mengandung H2S dialirkan ke kolam pembakaran (flare) dan dibakar (flaring) agar tidak menyebar ke desa sekitar lokasi (sesuai dengan standar prosedur operasi). Setelah semua ini dilakukan maka pada pukul 05.00 WIB tanggal 29 Juli 2006 sumur ditutup total dan pembakaran gas dihentikan. Pengungsipun dibolehkan kembali ke rumah masing-masing pada jam 13.00 WIB.

Berdasarkan laporan, pada waktu kejadian 22 orang penduduk dibawa ke Rumah Sakit. Namun 19 orang diantaranya dapat kembali ke rumah pada hari yang sama (tanggal 29 Juli 2006). Sebanyak tiga orang anak kecil sempat dirawat di Rumah Sakit beberapa hari namun saat ini sudah kembali ke rumah. Satu orang penduduk meninggal dunia pada tanggal 30 Juli 2006. Menurut keluarganya, yang bersangkutan menderita sesak nafas setelah menghirup gas. Namun berdasarkan keterangan dokter yang memeriksa, yang bersangkutan meninggal karena stroke. Keluarga almarhum menolak untuk dilakukan visum (otopsi). Pihak JOB Pertamina-PetroChina East Java telah memberikan santunan sebesar Rp 3,5 juta kepada keluarga almarhum. Pihak JOB Pertamina-PetroChina East Java juga memberikan kompensasi bagi penduduk yang terkena dampaknya.

Sementara itu, JOB Pertamina-PetroChina East Java dilaporkan sudah berhasil mengatasi gas kick, sehingga JOB Pertamina-PetroChina East Java sudah memulai kembali melakukan pengeboran.

Bagikan Ini!