Ditargetkan Selesai Awal 2022, Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang Mulai Digarap

Rabu, 5 Februari 2020 - Dibaca 597 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 058.Pers/04/SJI/2020

Tanggal: 5 Februari 2020

Ditargetkan Selesai Awal 2022, Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang Mulai Digarap

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera merealisasikan proyek pembangunan pipa transmisi gas Cirebon - Semarang (Cisem) sepanjang 255 kilo meter (km). Realisasi ini diwujudkan melalui peletakan batu pertama (grounbreaking) yang akan dilakukan pada Jumat (7/2).

"InsyaAllah pada Jumat (nanti) kami akan melaksanakan ground breaking pembangunan pipa transmisi Cirebon - Semarang," kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fansurullah Asa kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu (5/2).

Proyek pembangunan pipa transmisi gas Cisem, jelas Fansurullah, merupakan bagian dari proyek lelang transmisi gas yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2006 dan menjadi Program Strategis Nasional (PSN). Nantinya, proyek yang akan digarap oleh PT Rekayasa Industri (Rekin) memanfaatkan ruas jalur tol Cirebon - Semarang. "Jaminan pasokan gas bumi dan perbedaan asumsi keekonomian (2016 dan saat ini) jadi kendala selama 13 tahun ini," ungkapnya.

Kehadiran pipa transmisi gas diharapkan mampu menopang kebutuhan gas industri dalam negeri sehingga mengerek perekonomian nasional. "Pemanfaatan gas bumi dalam negeri sudah seharusnya bukan diekspor lagi, dijadikan komoditi, tapi menjadi faktor produksi untuk menggerakkan ekonomi," harap Fansurullah.

BPH Migas menargetkan pembangunan tersebut rampung dalam 24 bulan ke depan. PT Rekin pun diminta untuk menyelesaikan proyek tersebut sesuai dengan waktu yang disepakati. "PT Rekin mesti menyelesaikan paling lama tanggal 7 Februari 2022," tegas Fansurullah.

Sebagai informasi, proyek pipa transmisi gas Cisem akan memiliki kapasitas desain sebesar 350 - 500 MMSCFD dengan nilai investasi USD169,41 juta. Untuk tarif pengangkutan gas bumi (toll-fee) sendiri ditetapkan pada angka USD0,36/MMBTU. "Terbukti nilai toll fee hasil lelang terbukti lebih efisien mendekati nilai toll fee tertimbang nasional, yakni USD0,35/MMBTU," urai Fansurullah. (NA)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)

Bagikan Ini!