0

Empat Tahun, Kementerian ESDM Garap 32 Ribu Lebih Penerangan Berbasis Tenaga Surya 

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 0116.Pers/04/SJI/2019

Tanggal: 12 Februari 2019

Empat Tahun, Kementerian ESDM Garap 32 Ribu Lebih Penerangan Berbasis Tenaga Surya

Sejak tahun 2005, Kementerian ESDM telah berhasil membangun lebih dari 32 ribu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah tersebut termasuk bagian dari 500 unit yang diserahkan kepada masyarakat Pandeglang, Banten pada hari Senin (11/2) kemarin.

Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Simon Laksono Himawan menegaskan pembangunan lampu penerangan berbasis energi baru terbarukan (EBT) berasal dari uang rakyat berupa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Biaya pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan Kementerian ESDM didanai dari pajak masyarakat yang harus kembali ke masyarakat melalui berbagai program yang kami laksanakan," tegas Simon di hadapan masyarakat Pandeglang.

c-ca1bdb7ab398825344bb6c6947641608_p.jpe

Simon juga menambahkan tujuan pembangunan tersebut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami manfaatkan energi matahari yaitu PJU-TS untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Dana yang dipakai adalah dana rakyat dan semua itu harus kembali lagi sebesar-sebesarnya ke rakyat," jelasnya.

Pengoperasian PJU-TS sendiri memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya. Lampu PJU-TS ini digunakan di jalan-jalan yang belum terjangkau oleh listrik PLN serta daerah yang mengalami krisis energi listrik.

Sementara untuk wilayah perkotaan, PJU-TS memiliki manfaat yaitu mampu menghemat penggunaan energi listrik di kawasan jalan utama, jalan kawasan perumahan, kawasan industri, dan fasilitas umum lainnya.

Pada tahun 2018, program PJU-TS ditargetkan dilaksanakan di 26 Provinsi yang dipasang di 21.864 titik, dengan jumlah anggaran sebesar Rp 416 Miliar.

Prioritas Daerah Pascabencana Selain dibangun di wilayah yang belum terlistriki oleh jaringan PLN, pembangunan PJU-TS juga diprioritaskan bagi wilayah yang terdampak bencana alam seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai bagian dari tanggap bencana.

"Kita sudah membangun PJU-TS di Lombok Utara sebanyak 275 buah, 75 buah usulan Dapil dan 200 buah bantuan untuk bencana gempa bumi. Di tanah kita ini (NTB) Pemerintah akan terus menggenjot pembangunan dalam hal energi, agar masyarakat NTB khususnya Kabupaten Lombok Utara ini dapat bangkit kembali pasca musibah gempa," ungkap Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Saleh Abdurrahman pada Sabtu (9/2) lalu.

c-IMG-20190212-WA0029.jpg

Warga Desa Jenggala, Lombok Utara pun menyambut baik kehadiran infrastruktur tersebut. "Sekarang kalau gempa, listrik mati tapi lampu jalan (PJU-TS) tetap nyala. Ke masjid, ke pasar, ke mana-mana tetap bisa jalan," ungkap Amir.

PJU-TS pun diyakini Amir akan memudahkan aktivitas warga di malam hari. "Lumayan banget sekarang, listrik mati, tidak terlalu bergantung pada genset. Terangnya bisa sampai ke rumah. Tidak gelap kemana-mana. Ini juga membantu nelayan mau ke laut," imbuhnya.

Pelaksanaan pembangunan PJU-TS di Provinsi NTB, imbuh Saleh, atas dasar implementasi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan fisik Pemanfaatan Energi Baru dan Energi Terbarukan serta Konservasi Energi, serta Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram dan wilayah terdampak di Provinsi NTB. (RWS/NA)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)

Hak Cipta © 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center