Erupsi Gunung Agung, Zona Perkiraan Bahaya 4 Kilometer dari Kawah

Minggu, 21 April 2019 - Dibaca 749 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAl

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 302.Pers/04/SJI/2019

Tanggal: 21 April 2019

Erupsi Gunung Agung, Zona Perkiraan Bahaya 4 Kilometer dari Kawah


Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, petang ini, Minggu (21/4), tepatnya pukul 18.56 WITA mengalami erupsi. Pos Pengamatan Gunung Agung mengamati tinggi kolom abu lebih kurang 3.000 m di atas puncak atau sekitar 6.142 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sekitar 1 menit 22 detik.

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (SIAGA) dengan Zona Perkiraan Bahaya berada dalam radius 4 kilometer dari kawah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mengimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya.

"Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru," ujar Kepala PVMBG Kasbani.

PVMBG juga merekomendasikan agar masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi, terutama pada musim hujan, dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Berdasarkan laporan sebagaimana foto di atas, pada pukul 20:27 WITA Gunung Agung terlihat cukup jelas, situasi erupsi tidak terjadi lagi.

(DKD)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)

Bagikan Ini!