0

Namun kenaikan harga ICP tidaklah setinggi kenaikan harga WTI. Pada beberapa hari belakangan saat WTI menembus angka 90 dolar AS/barel, ternyata harga ICP tertahan pada angka sekitar 85 dolar AS/barel. Bahkan untuk minyak mentah basket OPEC berada di kisaran 75 dolar AS hingga 80 dolar AS per barel.

Untuk itulah, menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, jika berbicara soal harga minyak mentah maka harus dirinci tentang 'harga minyak dimana dan berlaku kapan'. 'Seperti yang sempat mencapai harga 90 dolar AS itu adalah WTI di NYMEX. Sedang untuk ICP maupun basket OPEC tidak setinggi itu,' tegas Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Sebenarnya, jika dilihat faktor suplai saat ini berlangsung lancar. Cadangan juga diatas rata-rata lima tahunan. Namun menurunnya cadangan AS akibat gangguang lapangan produksi minyak di teluk Meksiko dan faktor non fundamental geopolitik serta melemahnya mata uang dolar AS menjadi penyebab kenaikan harga beberapa hari lalu.

Oleh sebab itu memprediksi harga minyak mentah tidaklah mudah. Namun berdasarkan data, selama empat tahun belakangan ini setiap memasuki September/Oktober harga minyak cenderung melemah. Setelah sempat naik, saat ini harga juga mulai menurun. Diprediksikan harga bisa terus menurun hingga menuju kestabilan pada tahun 2009 mendatang.

Hak Cipta © 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center