Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro Menyetir Mobil Berbahan Bakar Bio Solar

Rabu, 12 Juli 2006 - Dibaca 14450 kali

Sesaat sebelum melepas rombongan tim Ekspedisi, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sempat mencoba mengendarai salah satu mobil yang mengikuti ekspedisi. Saat menyetir mobil berbahan bakar bio solar itu Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro didampingi Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi dan SDM Evita H Legowo dan pimpinan Grup Pura Timothy.
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengendarai mobil ekspedisi dengan mengelilingi halaman parkir yang berada dilingkungan kantor Departemen ESDM. Usai mencoba mengendarai mobil berbahan bakar bio solar, dilakukan acara pelepasan tim ekspedisi dengan mengibarkan bendera start. Hadir pula pada acara tersebut Kepada Badan Litbang Departemen ESDM Nenny Sri Utami.
Saat memberikan pengarahan sebelum acara pelepasan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan pengembangan bio fuel merupakan pilihan yang sangat strategis. Terutama untuk mengurangi ketergantungan konsumsi sektor transportasi terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM). ''Sebab untuk sektor transportasi selama ini amat tergantung kepada BBM,'' ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.
Selain mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM, menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, pengembangan bio fuel juga memiliki manfaat ekonomi yang luas. ''Pengembangan bio fuel bisa memberikan kesempatan kerja yang cukup banyak,'' ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Ia menyebut dengan rencana pembukaan lahan seluas 6 juta diperkirakan mampu menyerap sekitar 3,5 juta tenaga kerja.
Secara nasional disebutkan pengembangan bio fuel akan membutuhkan dana investasi sekitar Rp 200 triliun. Dana sebesar itu antara lain untuk membuka lahan 6 juta hektar untuk tanaman Jarak Pagar dan pembangunan 11 pabrik pengolahan. ''Selain sejumlah kelompok pengusaha besar dalam bidang Agri Industri, program ini juga melibatkan koperasi serta usaha ekonomi kerakyatan,'' ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Pihak Grup Pura, menurut Timothy, telah melakukan kajian pengembangan bio fuel dengan bahan baku minyak Jarak Pagar ini sejak lima tahun yang lalu. Selain telah mengembangan tanaman Jarak Pagar, Grup Pura juga memproduksi mesin pengepres biji jarak, reaktor minyak jarak dan converter kit untuk mobil. Sedang penggunaan bio solar pada mobil uji coba hasilnya 1 liter bio oil bisa untuk 15 kilometer. Padahal dengan solar biasa hanya mampu 11 kilometer untuk satu liter.

Bagikan Ini!