0

'Untuk produksi kita telah menyiapkan berbagai langkah dan strategi. Sedang untuk menekan konsumsi program konversi energi terus dipercepat,' ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro saat tampil dalam diskusi di acara Topik yang disiarkan ANTV, Minggu malam (28/10). Pada acara yang dipandu Femy Fetty itu tampil pula ekonom Faisal Basri.

Menurut Menteri ESDM Purnomo setidaknya ada tiga prioritas dalam meningkatkan produksi minyak mentah. Pertama adalah harapan pada lapangan Chevron di Sumatera yang selama ini menjadi andalan produksi minyak Indonesia. Kedua lapangan Cepu. Ketiga adalah lapangan-lapangan minyak yang dioperasikan oleh PT Pertamina EP.

Sedang untuk upaya menekan konsumsi maka program konversi terus dipercepat, misalnya program konversi minyak tanah ke elpiji dipercepat dari lima tahun menjadi tiga tahun. Sedangkan konversi untuk pemakaian ke Bahan Bakar Nabati (BBN) serta energi baru dan terbarukan juga terus digalakan. 'Saat ini dari target 5 juta hektar untuk lahan BBN sudah tersedia 4,2 juta hektar,' ujar dia.

Pada kesempatan tersebut diungkapkan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro bahwa pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak mentah di pasar dunia. Kenaikan harga minyak sejauh ini membuat penerimaan migas melampaui target. Sisi subsidi meningkat, untuk itu upaya mengurangi volume konsumsi terus dilakukan.

Hak Cipta © 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center