Minimalisir Dampak Gempa Bumi, PVMBG Gelar Sosialiasi di Banjarnegara

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 690.Pers/04/SJI/2019

Tanggal: 3 Desember 2019

Minimalisir Dampak Gempa Bumi, PVMBG Gelar Sosialiasi di Banjarnegara

Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, merupakan daerah yang rawan gempa bumi, yang sumbernya berasal dari sesar aktif di darat. Sebaran sesar aktif ini belum teridentifikasi dan terpetakan dengan baik, namun diperkirakan terdapat di daerah Kalibening hingga Wanayasa. Banjarnegara sendiri paling tidak sudah dua kali digoncang gempa bumi, yakni pada 19 April 2013 dengan magnitudo M 4,8 dan di 2018 dengan kekuatan M4,4. Kedua pusat gempa tersebut terletak di darat dengan kedalaman masing-masing 10 dan 4 meter.

Untuk meminimalisasi dampak akibat gempa bumi di Banjarnegara, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di sekolah yang terdampak gempa bumi 2018 lalu, yakni SMP Negeri 2 Kalibening, SD Negeri 1 Kertosari, dan SD Negeri 1 Kasinoman pada 26-28 November 2019.

"Hingga kini kejadian gempa bumi tidak dapat ditentukan dengan tepat kapan, dimana, dan berapa kekuatannya, sehingga upaya terbaik dalam menghadapi kemungkinan terulangnya kejadian gempa bumi dilakukan dengan upaya mitigasi. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan atau sosialisasi," ujar Kepala Tim Sosialisasi, Arianne Pingkan Lewu.

Kegiatan sosialisasi ini mencakup pemaparan materi terkait gempa bumi dan tsunami, permainan gempa bumi, dan simulasi terjadinya gempa bumi ketika siswa dan guru sedang berada di dalam kelas. Simulasi dipraktekkan secara langsung terhadap para siswa tentang upaya yang dilakukan pada saat terjadi gempabumi sewaktu berada di ruangan.

Arianne berharap, materi yang diberikan saat sosialiasi dapat memberikan pemahaman kepada para pelajar tingkat SD dan SMP di Kabupaten Banjarnegara. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas siswa tentang gempabumi dan tsunami. Selain itu, Arianne juga meminta agar para guru di ketiga sekolah tersebut dapat melakukan kegiatan simulasi gempa bumi secara rutin.

"Nantinya, saat terjadi gempa bumi dan tsunami, siswa dan guru diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh. Sehingga dapat meminimalisasi kepanikan dan korban akibat kejadian gempa bumi dan tsunami di Banjarnegara," tutur Arianne. (DKD)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)