0

Neraca gas yang akan dipaparkan itu nantinya berdasarkan data terakhir yaitu 1 April 2007. Data ini telah mengalami evaluasi karena ketika mulai disusun, masih menggunakan data per 1 Januari 2007.

Neraca gas merupakan potret ketersediaan pasokan gas, yang akan memudahkan pemerintah, pengusaha dan anggota masyarakat terkait lainnya untuk membuat rencana kegiatan yang berkaitan dengan gas.

"Begitu neraca gas kita buka, ini menjadi wacana publik yang berguna bagi siapa saja. Ada peta yang jelas dari sisi suplay dan demand," jelas Dirjen Migas Departemen ESDM Luluk Sumiarso, kemarin.

Penyusunan neraca gas memakan waktu sekitar 3 bulan dengan melibatkan produsen dan konsumen seperti Departemen Perindustrian, PT PGN dan PT PLN, BP Migas dan PT Pertamina.

Parameter-parameter yang diatur dalam gas balance ini, dibagi menjadi dua yaitu suplay dan demand. Untuk demand, dibagi tiga golongan yaitu contract demand atau permintaan yang sudah terikat kontrak, committed demand atau gas yang sudah ada komitmen antara produsen dan konsumen namun belum terpenuhi dan prospek demand atau potensial demand. Sedangkan suplay juga dibagi suplay dan prospek demand.

Ketersediaan gas dibagi dalam region. Kriteria penetapan region adalah mempunyai cadangan yang besar dan memiliki demand besar. Wilayah yang terhubung dengan jaringan pipa, digabung menjadi satu region.

Pembagian region dalam gas balance adalah NAD, Sumatera bagian Utara, Sumatera bagian Selatan-Sumatera bagian Tengah-Jawa Barat, Jawa bagian Tengah, Jawa bagian Timur, Kalimantan bagian Timur, Sulawesi bagian Tengah, Sulawesi bagian selatan, Papua dan Masela serta Natuna.

Hak Cipta © 2018 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center