Pantau Penanganan Listrik Saat Banjir, Menteri ESDM Apresiasi Etos Kerja PLN

Minggu, 21 Februari 2021 - Dibaca 233 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

SIARAN PERS

NOMOR: 065.Pers/04/SJI/2021

Tanggal: 21 Februari 2021

Pantau Penanganan Listrik Saat Banjir, Menteri ESDM Apresiasi Etos Kerja PLN

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dalam mengantisipasi pasokan listrik di wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang terdampak banjir. Hal ini disampaikan Arifin saat melalukan pemantauan langsung ke Posko Siaga Banjir PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (UID Jaya), Minggu (21/2).

"Saya rasa langkah-langkah (PLN) sudah tepat dilakukan. Ini etos kerja yang harus dipelihara. Beberapa wilayah yang memang masih mengalami banjir, PLN memadamkan pasokan listrik, itu tentu demi keselamatan masyarakat," ucap Arifin.

Arifin meminta ke jajaran manajemen PLN untuk terus mengevaluasi proses penanganan layanan listrik untuk masyarakat dengan mengedepankan prosedur keamanan yang ketat. "Saya sudah minta ke manajemen ke depannya minta dievaluasi lagi bagaimana kita bisa mengamankan (listrik), koordinasi, dan antisipasi lebih lagi. Dan jangan lupa safety prosedurnya," jelasnya.

Semangat kerja yang tinggi, sambung Arifin, diharapkan membuat seluruh jajaran PLN bisa meminimalisir adanya gangguan di masa mendatang. "Saya yakin dengan kesungguhan tim PLN, hal - hal seperti ini bisa diminimalisir. Syukur-syukur tidak menyebabkan adanya shutdown," harapnya.

c-IMG-20210221-WA0027.jpg

Arifin tak lupa mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap penggunaan listrik saat banjir dan lebih proaktif untuk melaporkan ke PLN bila terjadi gangguan. "Masyarakat harus sensitif terhadap adanya korsleting. PLN menyediakan layanan (siaga) kepada pelanggan untuk membantu merasa aman," ungkap Arifin.

Dari hasil pantauan total sebanyak 2.937 gardu terdampak banjir di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Hingga Minggu (21/2) sore pukul 18.00 WIB, PLN telah memulihkan 2.146 gardu listrik. Total 554 ribu pelanggan yang sebelumnya terdampak banjir kini bisa menikmati aliran listrik PLN kembali.

Dalam siaga banjir kali ini, PLN menyiagakan 6.700 personil kelistrikan, 51 perahu karet, 135 genset, 144 unit gardu bergerak, 24 unit trafo bergerak, dan 808 kendaraan operasional lainnya yang tersebar di 113 posko siaga.

"Kami paham listrik sangat dibutuhkan masyarakat dalam kondisi seperti ini. Saya lihat, PLN juga telah semaksimal mungkin untuk menyalakan listrik untuk daerah yang sudah aman," tambah Arifin.

Sebelum menyalakan aliran listrik, PLN perlu memastikan bahwa gardu, jaringan, dan instalasi pelanggan aman. PLN melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan, dan pengecekan gardu distribusi yang terkena dampak banjir.

c-IMG-20210221-WA0025.jpg

PLN akan melakukan pemulihan listrik di lokasi terdampak banjir apabila semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik, serta kedua belah pihak yaitu PLN dan Tokoh Masyarakat menandatangani berita acara penyalaan listrik.

"Untuk pasokan tidak ada masalah. Petugas kami terus bersiaga untuk memantau kondisi di wilayah pelanggan untuk mengamankan kelistrikan dan melakukan pemulihan," jelas Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

PLN terus memantau perkembangan situasi di lokasi-lokasi yang terdampak maupun berpotensi banjir untuk secara sigap mengambil langkah. PLN juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk hal tersebut.

PLN mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan di musim hujan dan banjir. Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

PLN juga mengajak pelanggan untuk melakukan catat meter mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Pelanggan tinggal mengunggah foto meteran listrik pada tanggal 24-27 setiap bulannya. Kemudian, di tanggal 1 bulan berikutnya akan keluar tagihan berdasarkan angka meteran yang dilaporkan.

Fitur SwaCAM membuat pencatatan meter listrik lebih praktis, karena tidak perlu menunggu petugas datang ke rumah setiap bulannya. Adanya SwaCAM membuat proses penagihan listrik menjadi semakin transparan, karena pelanggan sendiri yang memberikan laporan pemakaian listrik. (NA)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)

Bagikan Ini!