Pembangunan Museum Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Minggu, 23 Juli 2006 - Dibaca 11631 kali

Sebagai obyek wisata dan budaya di Provinsi NAD, Museum Tsunami akan diintegrasikan dengan situs dan monumen tsunami lainnya yang merupakan bukti kedahsyatan tsunami. Situs tersebut yaitu Mesjid Baiturrachim di Ulee Lheu, Makam Syiah Kuala di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh dan Kampung Jawa/Pandee. Sedangkan monumen tsunami terdiri dari Makam Massal di Siron, PLTD Kapal Apung, kapal di atas rumah, Rumah Sakit di Meuraxa dan Mesjid Lampuu.

Museum Tsunami direncanakan berisikan informasi kekayaan budaya Aceh, aspek kebumian yang menceritakan fenomena alam baik gempa bumi dan tsunami yang divisualisasikan dalam bentuk peraga dan gambar, monitoring "live" gempa bumi serta film. Museum juga akan menggambarkan aktifitas masyarakat dunia di Provinsi NAD dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi pasca tsunami.

Pembangunan Museum Tsunami, Situs dan Monumen Tsunami dilaksanakan atas kerjasama Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi NAD dan Kepulauan Nias-Sumatera Utara, Pemerintah Provinsi NAD serta Pemerintah Kotamadya Banda Aceh. Direncanakan Museum Tsunami dan lainnya dapat selesai pada akhir 2008. Perencanaan detail museum, situs dan monumen tsunami akan dimulai Agustus 2006

Bagikan Ini!