Penghematan Energi Butuh Partisipasi Masyarakat

Rabu, 2 Agustus 2006 - Dibaca 1528 kali

''Program konservasi energi dalam bentuk Demand Side Management (DSM) tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi masyarakat,'' ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro saat membuka acara Seminar Konservasi Energi dengan Tema Penerapan Program Konservasi Energi Pada bangunan (Best Practice), Kamis (3/8) di Jakarta.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan sudah saatnya masyarakat disadarkan bahwa perilaku hemat energi bukan hanya berguna bagi Pemerintah. Namun juga bagi pelaku hemat energi itu sendiri. ''Sebab, rekening listrik bisa rendah misalnya. Pengalaman ini perlu disampaikan kepada teman maupun sejawatnya untuk selanjutnya melakukan hal yang sama,'' ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Diungkapkan bahwa kondisi saat ini sudah tidak bisa lagi mengandalkan atau tergantung terhadap sumber energi minyak bumi. Selain jumlah cadangan semakin menurun sehingga produksi berat dinaikkan, jumlah konsumsi BBM pun semakin bertambah. Oleh sebab itu harus didodorng konservasi maupun diversifikasi energi.

Ditengah masih borosnya pemakaian energi secara umum dan rendahnya partisipasi masyarakat namun ditingkat ASEAN, Indonesia memenangkan lomba Energi Baru dan Terbarukan pada beberapa bidang. ''Ini saungguh amat membanggakan. Apalagi penyerahan penghargaan ini dilakukan bersamaan dengan ASEAN Energy Ministrial Meeting (AEMM) di Laos, pekan lalu,'' ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Guna membangkitkan pasrtisipasi masyarakat dalam program konservasi energi itulah, para pemenang itu diminta untuk membagi pengalamnnya kepada masyarakat dalam seminar ini. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sendiri berharap kemenangan ini masih terus diraih pada tahun tahun mendatang, khususnya saat berlangsung AEMM di Singapura tahun depan.

Adapun para penerima penghargaan yang kemarin langsung diserahkan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro adalah PT Gerbang Multindo Nusantara untuk Sistem Hibrid PV-Diesel, Riau sebagai Runner Up On Grid (2002), PT Indonesia Power untuk PLTM Ketenger, Jateng sebagai Pemenang On Grid (2002), Pengelola Listrik Desa Ta'ba, tana Toraja untuk PLTM Ta'ba, Tana Toraja, Sulsel sebagai Pemenang On Grid (2002).

Yayasan Wonomintra, Kupang untuk proyek Sistem Hibrid PV-Angin Oeledo, NTT sebagai Runner Up Off Grid (2004), Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jabar untuk PLTM Leuwi Kiara, Tasikmalaya sebagai Runner Up Off Grid (2004), Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jabar untuk Solar Home System di Majalengka, Jabar sebagai Runner Up Off Grid (2005). Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, Jakarta untuk PLTM Masanda, Tana Toraja, Sulsel sebagai Runner Up Off Grid (2005). BPPT untuk PV Interkoneksi sebagai Runner Up On Grid (2006).

Sedang penerima Penghargaan Lomba Hemat Energi Pada Bangunan Gedung Tingkat Nasional Tahun 2006 adalah Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta untuk Water jet Nozzle to Reduce The Operation Cost in Air Conditioning Unit sebagai pemenang kategori Special Submission. PT Archite Metric untuk Grha Wonokoyo, Surabaya sebagai pemenang kategori New and Exizting Building dan Puslitbang Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan, Jakarta pemenang kategori Retrofitted Building. (*)

Bagikan Ini!