Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan, Indonesia Sediakan Pelatihan bagi Nepal dan Madagaskar

Selasa, 21 September 2021 - Dibaca 1807 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 336.Pers/04/SJI/2021

Tanggal: 21 September 2021

Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan, Indonesia Sediakan Pelatihan bagi Nepal dan Madagaskar

Dalam upaya mendorong kerja sama pengembangan energi baru dan terbarukan dengan negara-negara sahabat, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar kegiatan "Training on Rural Electrification through Micro hydro, Solar PV, and waste to energy". Kegiatan ini merupakan salah satu dari output platform "South-South Triangular Cooperation on Renewable Energy" (SSTC RE).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual selama tiga hari pada tanggal 21-23 September 2021 dan diikuti oleh 50 peserta yang memiliki pengalaman dan latar belakang di sektor energi dengan komposisi 10 peserta dari Indonesia, 17 dari Madagaskar, dan 23 dari Nepal.

Dengan meningkatnya konsumsi energi global, potensi energi terbarukan telah menjadi topik yang menarik bagi banyak negara Selatan termasuk Indonesia, Madagaskar, dan Nepal.

"Dalam upaya pengembangan energi terbarukan, salah satu aspek pendukung yang sangat penting adalah peningkatan kapasitas pengembangan sumber daya manusia seperti yang dilakukan melalui kegiatan ini," ujar Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM, Laode Sulaiman, saat membuka pelatihan pada Selasa (21/9).

Pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan membutuhkan implementasi regulasi dan rencana aksi yang tepat, didukung dengan peningkatan kapasitas melalui kegiatan penelitian dan pengembangan.

"PPSDM KEBTKE telah berperan penting dalam pengembangan kompetensi melalui program pelatihan dan sertifikasi. Seiring dengan perkembangan teknologi, PPSDM KEBTKE saat ini telah berpengalaman menyediakan layanan training dan sertifikasi berbasis virtual," tutur Laode.

SSTC on Renewable Energy berfungsi sebagai forum pertukaran antar negara yang terlibat tentang energi terbarukan termasuk membahas praktik yang baik, tantangan, mengidentifikasi kesenjangan serta membentuknya dengan solusi inovatif menuju kemitraan yang lebih kuat untuk pembangunan berkelanjutan. Kegiatan bulan September ini merupakan flagship program SSTC Indonesia dan dilaksanakan dengan dukungan pendanaan dari Indonesian-German project on the Strengthening Capacities for Policy Planning for the Implementation of the 2030 Agenda in Indonesia and in the Global South (SDGs SSTC).

Kolaborasi multicountry dalam SSTC RE akan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga Maret 2023, dengan mencakup beberapa area strategis energi terbarukan antara lain mini grid, off grid, dan pemanfaatan energi terbarukan. Rangkaian kegiatan diformulasikan seiring dengan pendekatan lintas sektor seperti Public Private Partnership dan pengarusutamaan gender dalam energi terbarukan.

"Kemitraan ini mengandung semangat Leave No One Behind, dan dalam kegiatan pertama ini partisipasi peserta perempuan mencapai 32%. Semoga dalam kegiatan selanjutnya angka keterwakilan yang sudah baik ini dapat meningkat," jelas Zulazmi, Principal Advisor SDGs SSTC GIZ.

Pada pelatihan ini para peserta mempelajari pengenalan dan regulasi terkait pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga air skala kecil, dan pengelolaan sampah menjadi energi di Indonesia. Kegiatan turut menghadirkan pengajar dari internal PPSDM KEBTKE, PT. Gerbang Multindo Nusantara, dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara - Institut Teknologi Bandung. (RAF)


Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)


Bagikan Ini!