Potensi Gas untuk Domestik Terus Dioptimalkan

Selasa, 3 Maret 2020 - Dibaca 318 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 101.Pers/04/SJI/2020

Tanggal: 3 Maret 2020

Potensi Gas untuk Domestik Terus Dioptimalkan

Pemerintah memastikan untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan peningkatan pemanfaatan gas untuk kebutuhan dalam negeri. Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM sekaligus Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Ego Syahrial, yang hadir mewakili Menteri ESDM, membuka Indopacific LNG Summit di The Trans Resort, Bali, Selasa (3/3).

"Ke depannya, gas menjadi masa depan energi hijau bersama dengan energi terbarukan. Transisi dari bahan bakar fosil ke gas jadi solusi untuk tantangan global saat ini," kata Ego di depan para pelaku industri gas dari dalam dan luar negeri, yang hadir membahas potensi kerja sama dan masa depan industri gas di kawasan Indopasifik, khususnya Asia Tenggara dan Asia Selatan, pada acara yang digelar oleh Indonesia Gas Society (IGS) dan mengangkat tema "Shaping the Future" tersebut.

Ia menjelaskan, kebijakan pemerintah saat ini adalah melakukan transformasi energi dari dominan minyak menjadi dominan gas. Selain itu, upaya-upaya penemuan sumber cadangan gas baru terus dilakukan. "Kami juga berupaya agar dari resources itu dapat ditransfer menjadi cadangan terbukti," papar Ego.

Ego menambahkan, pemerintah saat ini, juga sedang menggenjot pembangunan infrastruktur pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri yang terus bertambah.

"Kami juga ingin memastikan dan menjaga agar kegiatan hulu gas tetap menarik bagi investor," ungkap Ego.

c-WhatsApp%20Image%202020-03-03%20at%201

Dirjen Ego juga menyampaikan pesan dan arahan Menteri ESDM agar forum Indopacific LNG Summit ini dapat menghasilkan hal-hal yang konkrit untuk pengembangan industri gas di dalam negeri.

Chairman Indonesia Gas Society, Didik Sasongko, pada kesempatan yang sama, melihat Indonesia memiliki potensi dan kesempatan yang besar dalam menjawab tantangan kebutuhan industri gas global.

"Diperlukan strategi yang matang untuk menjawab tantangan itu, diantaranya dengan meninjau permintaan dan ketersediaan pasokan gas regional dan global. Tren mendatang seputar kontrak penjualan gas jangka panjang dan pendek, serta tentunya harga gas itu sendiri," kata Didik. (RAF)


Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)

Bagikan Ini!