Presiden Minta Semburan Lumpur Panas di Sidoarjo Segera Dihentikan

Rabu, 14 Juni 2006 - Dibaca 12968 kali

Untuk itu Presiden meminta agar diatasi secepatnya dengan baik. ''Lebih cepat lebih baik. Cegah perluasan pencemaran lingkungan daerah itu. Semua cara gunakan untuk menghentikan dan mengatasi apa yang terjadi ditempat itu,'' ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor pusat PT Pertamina, Jakarta, Rabu (14/6).

Presiden mengungkapkan hal itu saat mengadakan jumpa pers usai bertemu dengan jajaran pimpinan PT Pertamina di kantor pusat PT Pertamina. Ikut mendampingi Presiden pada acara itu antara lain Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Meneg BUMN Sugiharto, Menseskab Sudi Silalahi serta jajaran direksi dan komisaris PT Pertamina.

Menurut Presiden dirinya sudah mendengar semburan lumpur panas itu sejak pekan lalu. Presiden juga telah mengetahui bahwa perusahaan yang melakukan pengeboran sumur migas di daerah itu serta didorong jajaran departemen terkait telah melakukan upaya mengatasi semburan lumpur panas tersebut.

Pada kesempatan tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menginginkan agar dilakukan investigasi atas terjadinya semburan lumpur panas tersebut. Tujuannya untuk mengetahui apakah pelaksanaan kegiatan usaha migas di daerah tersebut telah dilakukan sesuai dengan UU dan peraturan maupun prosedur yang ada atau tidak. ''Apakah ada kelalaian atau tidak untuk mendapat penyelesaian yang adil,'' ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Bagi penduduk maupun petani disekitar lokasi semburan lumpur panas yang mendapat kerugian, Presiden meminta agar mendapat ganti rugi yang tepat. ''Sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami,'' ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Diharapkan para pemimpin mengambil tanggungjawab penuh untuk menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya.

Sedang tentang PT Pertamina, Presiden meminta untuk terus melakukan proses reformasi dan transformasi serta menghentikan terjadinya praktek KKN. Tidak hanya menyangkut pola pikir, kultur namun juga mengembangkan nilai-nilai untuk menjadi perusahaan perminyakan kelas dunia.

Bagikan Ini!