Sarasehan Stakeholder Gas Bumi Nasional 2015

Senin, 2 November 2015 - Dibaca 884 kali
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
NOMOR: 68/SJI/2015
Tanggal: 02 November 2015


SARASEHAN STAKEHOLDER GAS BUMI NASIONAL 2015
Hari ini Senin (2/11), dilaksanakan acara Sarasehan Stakeholder Gas Bumi Nasional 2015 di Hotel Discovery Kartika Plaza Bali. Kegiatan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan dibidang gas bumi nasional baik dari sisi produsen sampai konsumen, regulator maupun asosiasi industri pengguna gas bumi dengan tujuan mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Sarasehan Stakeholder Gas Bumi Nasional 2015 ini memiliki agenda: Focus Group Discussion (FGD) Kebijakan Strategis Tata Kelola Gas Bumi dengan pembahasan Formulasi Harga dan Komersialisasi Gas serta Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Gas, Peluncuran Buku Neraca Gas Indonesia dan Rencana Induk Infrastruktur Gas Bumi Nasional 2015 - 2030, serta Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG).

Dalam pelaksanaan FGD Kebijakan Strategis Tata Kelola Gas Bumi dihasilkan kesepakatan pengaturan harga hulu dan hilir untuk mensinergikan kepentingan seluruh stakeholder guna menjamin ketersediaan pasokan, normalisasi harga gas hilir melalui price pooling penyediaan gas bumi serta percepatan pembangunan infrastruktur gas bumi nasional.

Pada acara yang sama, Kementerian ESDM meluncurkan Buku Neraca Gas Bumi Indonesia dan Buku Rencana Induk Infrastruktur Gas Bumi Nasional Tahun 2015 - 2030. Peluncuran kedua buku ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang menyatakan bahwa Pemerintah menjamin tersedianya minyak bumi dan gas bumi, dan menetapkan Rencana Induk Infrastruktur Gas Bumi Nasional.

Buku Neraca Gas Bumi ini berisi informasi supply dan demand gas bumi untuk seluruh sektor pengguna gas bumi di Indonesia baik secara Nasional maupun Regional yang terbagi menjadi 6 Region dengan mempertimbangkan interkonektivitas infrastruktur. Neraca Gas Indonesia ini menunjukan bahwa Indonesia dalam jangka menengah (2016-2022) dan jangka panjang (2023-2030) dengan pertumbuhan kebutuhan gas bumi dalam negeri kemungkinan akan diperlukan impor gas bumi/LNG mulai tahun 2019.

Salah satu manfaat Buku Neraca Gas Bumi Indonesia ini dapat digunakan sebagai acuan pada rencana pengembangan bisnis dan penetapan kebijakan serta dalam rangka mendukung program Pemerintah dalam penyediaan infrastuktur gas dan program 35.000 MW untuk penyediaan listrik sehingga dapat memberikan kepastian pasokan gas.

Selain Buku Neraca Gas Indonesia, untuk melengkapi pengaturan gas bumi, diterbitkan Buku Rencana Induk Infrastruktur Gas Bumi Nasional Tahun 2015 - 2030 sebagai acuan dalam revisi KEPMEN ESDM 2700 K/11/MEM/2012 tentang Rencana Induk Jaringan Transmisi Distribusi Gas Bumi Nasional 2012-2025 dengan penambahan informasi infrastruktur LNG, CNG, LPG dan Fasilitas Pengisian Bahan Bakar Gas yang terintegrasi dengan pipa gas bumi. Buku ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan investasi pengembangan dan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi gas bumi bagi Badan Usaha.

Pada kesempatan kali ini juga, dilakukan penandatangan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dengan total perkiraan tambahan penerimaan Negara sebesar $ 61,366,553.23 yang dilaksanakan antara :
  1. PT. Pertamina EP dengan PT. Sinergi Patriot Bekasi untuk penggunaan kelistrikan selama 4 tahun pasokan 3,5-5 juta kaki kubik per hari
  2. ConocoPhillips (Grissik) Ltd dengan PT. Odira Energi Karang Agung untuk penggunaan lifting minyak bumi selama 8 tahun; pasokan 0,7-1 british thermal unit per hari
  3. PT. Pertamina EP dengan PUSRI untuk penggunaan pupuk selama 2 tahun; pasokan 17 juta kaki kubik per hari
Plt. Kepala Pusat Komunikasi Publik




Hufron Asrofi

Bagikan Ini!