Sektor ESDM Jadi Model Penyusunan SDM Berbasis Kompetensi

Selasa, 25 Juli 2006 - Dibaca 14086 kali

'Penetapan sektor ESDM sebagai model hasil pembicaraan kami dengan bapak Besar Setyoko, Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja dan bapak M Moedjiman, Ketua BNSP,' ujar Irwan Bahan, Kepala Badiklat Departemen ESDM saat memberikan laporan penyelenggaraan Pertemuan Sektor ESDM, Ketenagakerjaan dan BNSP kepada Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, hari Senin sore (24/7) di Jakarta.

Untuk itulah, menurut Irwan Bahar, pada pertemuan yang berlangsung dari pagi hingga sore tersebut disepakati berbagai langkah untuk menuju perwujudan SDM Berbasis Kompetensi di sektor ESDM. Ketiga pihak, yakni Badiklat ESDM, BNSP dan Depnakertrans, akan secara bersama dan terkoordinasi menyiapkan inftrastrukturnya. Selain itu juga akan disiapkan ketentuan-ketentuan yang dibutuhkan guna menuju standar pengembangan SDM berbasis kompetensi.

Acara pertemuan, menurut Ketua Penyelenggara Retno Setyaningrum yang juga Sekretaris Kabadiklat, diikuti sekitar 200 orang peserta dari berbagai intansi pemerintah dan swasta. Sedang sebagai pembicara adalah Kepala BNSP M Moedjiman, Dirjen Minerbapabum Simon F Sembiring, Dirjen Migas Luluk Sumiarso, Kabadiklat Departemen ESDM Irwan Bahar, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Jhoni RH Simanjuntak, Kepala Pusdiklat Migas S Zuhdan Fathoni, Kepala Pusdiklat Ketenagalistrikan, Energi Baru dan Terbarukan Kansman Hutabarat dan Direktur PT PJB Budi Santoso. Sedang sebagai moderator Novian M Thaib, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi dan Keuangan dan Parulian Sihotang, anggota BNSP.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan bahwa upaya mendorong tenaga di sektor ESDM memiliki kompetensi dilatarbelakangi adanya permintaan tenaga kerja bidang Migas dari negara Timur Tengah. 'Ini saya dapatkan saat mendampingi kunjungan bapak Presiden ke sejumlah negara Timur Tengah beberapa waktu lalu,' ujarnya. Pada pertemuannya dengan pemimpin negara di Timur Tengah itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat permintaan tenaga kerja di bidang Migas.

Saat ini negara Qatar, Uni Emirat Arab dan Kuwait tengah membutuhkan tenaga kerja bidang Migas dari Indonesia dalam jumlah besar guna mendukung pengembangan industri migas di negara itu. Karena negara-negara yang memang memiliki cadangan minyak dan gas dalam jumlah besar itu tengah mengembangkan kapasitas industri migasnya. Permintaan tenaga kerja bidang Migas asal Indonesia didasari oleh rasa puas atas kinerja dan prestasi terhadap tenaga kerja asal Indonesia yang telah bekerja selama ini berbagai industri migas di Timur Tengah.

Bagikan Ini!