Status Gunung Karangetang Diturunkan Menjadi Waspada

Selasa, 13 Februari 2007 - Dibaca 7183 kali

Menurut Kepala Badan Geologi DESDM, Bambang Dwiyanto, pengamatan kegempaan G. Karangetang menunjukkan bahwa, jenis gempa Vulkanik-Dalam dan Vulkanik-Dangkal tidak secara signifikan tampak meningkat dibandingkan pada saat terjadi Awan Panas, 12 dan 21 Juli 2006. Demikian pupa pengamatan visual menunjukkan bahwa hembusan asap Kawah Selatan (Kawah Utama) saat ini berwarna putih tipis hingga sedang dengan tekanan gas lemah sampai sedang. Ketinggian asap Kawah Utama berkisar antara 100 - 300 meter, Kawah Utara setinggi 50 - 250 meter, dan sinar api (api diam) tampak jelas secara menerus setinggi 50 meter di atas puncak.

Berdasarkan pengamatan visual, sejak tanggal 25 Januari 2007, aktivitas leleran dan guguran lava pijar sudah tidak tampak lagi. Secara visual leleran lava dan guguran lava pijar yang mengarah ke K. Kinali dan K. Nanitu tidak teramati lagi. Dari hasil pengamatan Petugas Pos PGA Karangetang di beberapa aliran sungai lainnya juga tidak teramati adanya penyimpangan aktivitas leleran lava.


Namun demikian, Kepala Badan Geologi menyatakan bahwa meskipun status G. Karangetang sudah diturunkan menjadi Waspada, bagi penduduk yang bermukim di sekitar daerah aliran K. Batu Awang, K. Kahetang, K. Keting, K. Bahembang, K. Kinali dan K. Nanitu agar tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap bahaya awan panas guguran dan guguran lava yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Demikian pula bagi masyarakat yang bermukim di sekitar Gunungapi Karangetang, direkomendasikan agar tetap waspada dan tidak mendekati kawah-kawah yang ada di G. Karangetang, mengingat kawah tersebut sebagai pusat aktivitas letusan yang bisa membahayakan. Pada musim hujan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai direkomendasikan agar tetap waspada terhadap bahaya sekunder aliran lahar.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan selalu berkoordinasi dengan SATLAK PB dan SATKORLAK PB serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan G. Karangetang di Desa Salili, Kecamatan Siau Tengah, Kabupaten Sangihe.

Bagikan Ini!