Status Merapi Turun Menjadi SIAGA

Selasa, 11 Juli 2006 - Dibaca 1189 kali

Pengamatan selama 10 hari tersebut menunjukkan penurunan aktivitas Gunung Merapi yang ditunjukkan antara lain:

  • Data kegempaan secara umum menurun, baik gempa vulkanik, gempa MP, guguran lava, maupun awan panas.
  • Data SO2 sudah mengalami penurunan.
  • Intensitas awan panas dan guguran lava pijar menurun, baik jumlah kejadiannya maupun jarak luncurnya. Dalam satu minggu terakhir jarak luncur mencapai maksimum 3 km ke arah K. Gendol.
  • Kubah lava yang berada di kawah bentukan tanggal 14 Juni 2006, sejak tanggal 25 Juni 2006 tidak lagi mengalami pertumbuhan yang signifikan. Laju pertumbuhan sudah lebih kecil dari 10.000 m3/hari.

Dengan penurunan status tersebut, maka kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Kabupaten Klaten, dan Pemerintah Kabupaten Boyolali, berikut Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (SATLAK PB), PVMBG Departemen ESDM merekomendasikan: Dengan penurunan status tersebut, maka kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Kabupaten Klaten, dan Pemerintah Kabupaten Boyolali, berikut Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (SATLAK PB), PVMBG Departemen ESDM merekomendasikan:

  • Untuk melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dengan status SIAGA Merapi.Selama status masih SIAGA, agar masyarakat tidak melakukan pendakian ke puncak dan kegiatan penambangan pasir, pertanian, perkebunan, dan aktivitas lain di sekitar alur Kali Gendol, Kali Boyong, Kali Krasak, dan Kali Sat dalam radius sampai dengan 6 km dari puncak Gunung Merapi, karena masih adanya guguran lava pijar dan bahaya awan panas.
  • Dalam hal terjadi peningkatan kembali aktivitas berdasarkan data hasil pemantauan yang diperkirakan akan menimbulkan ancaman bencana bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana Gunung Merapi, status "Siaga" ini akan ditinjau kembali.

Bagikan Ini!