Sumur Bor Hadir, Berikan Akses Air Bersih Bagi Warga Silo Bonto

Jumat, 4 Januari 2019 - Dibaca 856 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 0018.Pers/04/SJI/2019

Tanggal: 4 Januari 2019

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 0018.Pers/04/SJI/2019

Tanggal: 4 Januari 2019

Sumur Bor Hadir, Berikan Akses Air Bersih Bagi Warga Silo Bonto


Di Desa Silo Bonto, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, sumur bor dengan kedalaman 126 dibangun, memberikan layanan air bersih bagi 2,800 jiwa di desa tersebut. Penyerahan sumur bor untuk warga disampaikan oleh Tenaga Ahli Menteri ESDM,

Sampe L. Purba didampingi Tenaga Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Infrastruktur, Jumat, (4/1). Penyerahan sumur bor dihadiri oleh pejabat di lingkungan Kabupaten Asahan dan masyarakat Desa Silo Bonto.

Di Kabupaten Asahan sendiri telah dibangun sebanyak 5 unit sumur bor, tersebar di 4 kecamatan dan 5 desa, dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 250 ribu m3 per tahun dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk sebanyak 11.500 jiwa penduduk.

"Penyerahan manfaat sumur bor ini merupakan salah satu program kegiatan energi berkeadilan Kementerian ESDM yang merupakan perwujudan dari Nawa Cita, antara lain menyangkut membangun masyarakat dari pinggiran, salah satu wujudnya adalah adalah air bersih ini," ujar Sampe saat meresmikan sumur tersebut.

Ia menuturkan sampai dengan tahun 2018, Badan Geologi Kementerian ESDM telah berhasil membangun sebanyak 2290 titik sumur bor air tanah dan melayani sekitar 6,6 juta jiwa. Sumur bor tersebut tersebar di 33 provinsi dan 312 kabupaten, masyarakat daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote.

Salah satu unit sumur bor yang dibangun di Kabupaten Asahan pada tahun 2018 terletak di Desa Silo Bonto, Kecamatan Silau Laut. Sumur tersebut memiliki spesifikasi teknis kedalaman 126 m, debit 2 Liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 kVA=8 kWatt, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter. Sumur bor ini mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 2.800 jiwa.

Seiring dengan keberhasilan program ini dalam mengentaskan permasalahan air berih di daerah sulit air, Kementerian ESDM terus berupaya menambah anggaran program ini agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di daerah sulit air. Jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia sendiri, baik karena langkanya sumber air bersih atau karena kualitasnya yang kurang baik, masih cukup banyak, ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia. (KO)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)


Bagikan Ini!