Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini, Kamis (14/9) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, dari Level I (NORMAL) ke Level II (WASPADA). Hal tersebut dilakukan karena berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental, aktivitas G. Agung teramati meningkat dengan terekamnya kegempaan-kegempaan yang mengindikasikan bahwa aktivitas vulkanik G. Agung saat ini dalam keadaan tidak stabil sehingga probabilitas untuk terjadi letusan menjadi meningkat, meskipun kejadiannya tidak dapat dipastikan.

Secara visual, dari Pos Pengamatan Gunungapi, dalam rentang waktu 3 bulan terakhir belum teramati adanya perubahan signifikan tinggi dan tebal asap dari kawah G. Agung. Menurut laporan pendaki Tanggal 13 September 2017, terlihat hembusan solfatara dari dasar kawah yang sebelumnya tidak pernah terlihat sampai periksaan terakhir pada bulan April 2017.

Peningkatan level tersebut juga dilakukan karena meningkatnya kegempaan vulkanik yang mengindikasikan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Agung sedang berada dalam kondisi tidak stabil. Peningkatan aktivitas kegempaan terekam pada Pos Pengamatan Gunung Agung sejak Minggu (10/9) lalu, dengan amplituda kegempaan vulkanik berkisar antara 3 mm sampai 10 mm. Gempa Vulkanik Dangkal (VB) mulai terekam meningkat jumlahnya secara konsisten sejak Kamis (24/8), dengan amplituda kegempaan vulkanik berkisar antara 2 mm sampai 7 mm.

Selain itu, Aktivitas Gempa Tektonik Lokal yang mengindikasikan perubahan stress batuan di sekitar G. Agung juga terekam dan mulai meningkat secara konsisten sejak Sabtu (26/8) dengan amplituda berkisar 3 mm sampai 22 mm. Teramati juga bahwa citra termal yang terekam oleh sensor MODIS di satelit Terra dan Aqua (NASA) pada periode Januari-September 2017 belum menunjukkan adanya titik api di G. Agung. Hal ini mengindikasikan bahwa belum ada material magmatik signifikan yang keluar di permukaan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi merekomendasikan supaya masyarakat di sekitar Gunung Agung serta pendaki, pengunjung, dan wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung. Masyarakat juga diharapkan untuk tetap tenang dengan tetap menjaga kewaspadaan.

PVMBG akan terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, dan BPBD Kabupaten Karangasem dalam memberikan informasi terkini tentang aktivitas Gunung Agung. Masyarakat dan instansi lain yang terkait dapat memantau perkembangan terkini terkait aktivitas Gunung Agung tersebut melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui tautan www.magma.vsi.esdm.go.id atau melalui aplikasi android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. (DKD)

Hak Cipta © 2017 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi