0

Deformasi terjadi dalam radius eliptik 1-1.5 KM diseputar pusat semburan yang mencakup desa Siring dan desa Reno Kengongo. Deformasi ini membentuk pola lintasan garis lurus darat daya ke timur laut pada zona lemah yang diduga merupakan lurusan sesar Watukosek. Akibatnya, jalan kereta api yang melintasi lintasan ini bengkok-bengkok, rumah-rumah rusak, jalan raya amblas, dan tanggul penahan lumpur sering jebol.

Deformasi dipicu oleh pengurangan masa dibawah permukaan akibat terus mengalirnya masa tersebut ke permukaan. Dipermukaan, `lumpur tidak segera dialirkan ketempat lain sehingga terjadi penumpukan masa pada area penampungan, sementara area ini berada diatas zona "lemah" . Disimpulkan deformasi bukan akibat aktifitas sesar yang berada disekitar pusat semburan.

Kerusakan atau jebolnya tanggul yang terjadi selama ini disebabkan karena tanggul tersebut dibangun pada zona lemah. Hal ini terukur pada citra yang dihasilkan peralatan ground penetrating radar (GPR). Oleh karena itu tim badan geologi merekomendasikan untuk mengendalikan tinggi lumpur daripada meninggikan tanggul agar kejadian tanggul jebol dapat dikurangi.

Pengumpulan data lapangan dilakukan sejak awal bulan April 2007 sampai awal bulan Agustus 2007 dengan melakukan pengukuran ground penetrating radar (GPR) dan dengan menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS) Episodik.

Hak Cipta © 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center