Menteri Energi India Puji Kesuksesan Konversi BBM ke BBG di Indonesia

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini (20/4) menerima kunjungan Menteri Negara untuk Listrik, Batubara, Energi Baru Terbarukan, dan Pertambangan India, Shri Piyush Goyal bersama beberapa delegasi negara dan delegasi bisnis dari India. Pertemuan yang dihelat dalam The 1st Indonesia-India Energy Forum ini membahas kerja sama kedua negara dalam bidang minyak dan gas bumi, batubara, serta energi baru terbarukan.

Pada kunjungan kali ini, Menteri Shri sangat terkesan terhadap kesuksesan Pemerintah Indonesia dalam melakukan konversi BBM ke gas. "Kami sangat berharap dapat belajar dari kesuksesan Indonesia dalam mengkonversi kerosene dan diesel untuk kapal nelayan ataupun truk dan bus ke gas." ungkap Menteri Shri.

Menteri Shri juga mengharapkan kedua negara saling dapat mendukung dalam pengembagan teknologi dan ide-ide baru dalam mengeksplorasi berbagai macam potensi yang dapat meningkatkan hubungan kedua negara.

Selain akan mempelajari kebijakan konversi BBM ke Gas, Indonesia dan India juga sepakat melakukan kerja sama bidang minyak dan gas bumi, diantaranya terkait teknologi refinery, pembangunan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), joint venture dalam Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), mempelajari sistem Production Sharing Contract (PSC) blok migas yang ada di Indonesia dan di India, kolaborasi dalam meminimalisir biaya produksi LNG, serta berkolaborasi dalam pengembangan jaringan gas kota di Indonesia.

Tidak hanya migas, Indonesia dan India juga bersepakat melakukan penelitian dan pengembangan eksplorasi geologi untuk batubara yang digunakan pada industri peleburan logam atau metalurgi. (coking coal); Coal Bed Methane (CBM); eksplorasi geospasial untuk batubara; peningkatan kapasitas penelitian; desain dan rencana pertambangan; serta manajemen lingkungan area pertambangan.

Sementara, untuk bidang energi baru terbarukan, Indonesia dan India membicarakan soal penggunaan lampu LED. Penggunaan lampu LED diakui Jonan sangat penting karena sangat menghemat penggunaan listrik, ia bahkan menggunakan lampu LED di kediaman pribadinya. "Kami sedang berusaha menghemat biaya", ujar Jonan. Selain itu, Indonesia dan India juga akan bekerja sama dalam pengembangan listrik tenaga surya dan India sedang mencari kemungkinan peluang investasi panas bumi di Indonesia.

Ditemui seusai acara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menunjukkan keseriusannya dalam perjanjian kerja sama ini. Dalam waktu dekat, Jonan akan mengirimkan tim kecil yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Indonesia dan BUMN. Tim ini nantinya akan membahas tindak lanjut kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat di Indonesia. "Tim dari Kementerian ESDM dan Operator mungkin dari PLN, PGN, Pertamina saya minta hadir. Coba bicara antar operator mereka (India) agar terjadi kerja sama yang saling menguntungkan," tutur Menteri Jonan.

Sebelum The 1st Indonesia-India Energy Forum ini juga telah diselenggarakan Joint Working Group Oil and Gas, Joint Working Group on Coal, dan Joint Working Group on New and Renewable Energy yang diwakili delegasi negara masing-masing. (KA)

Hak Cipta © 2017 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi