Pasokan Listrik Mulai Bertambah

Sabtu, 28 Juni 2008 - Dibaca 3762 kali

''Kami membahas kondisi kelistrikan saat ini dan strategi jangka pendek, menengah serta panjang pemenuhan listrik nasional. Secara umum bisa saya sampaikan bahwa pasokan listrik akan bertambah secara bertahap. Ini akan menambahkan daya dalam sistem kelistrikan,'' ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam konferensi pers usai memimpin rapat.

Hadir pada Rapat Koordinasi tersebut antara lain Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono, Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Teknologi dan SDM Evita H Legowo, SAM Bidang Lingkungan Hidup M Lobo Balia, Direktur Pengusahaan Mineral dan Batubara MS Marpaung, Direktur Utama PT PLN Fahmi Muchtar beserta seluruh direksi dan GM P3B Mulyo Adji.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan PLTU Cilacap (2x300 MW) akan mulai beroperasi kembali hari Minggu (29/6). ''PLTU Cilacap secara bertahap akan mulai kembali beroperasi. Tadi dilaporkan stok batubara sudah siap untuk mengoperasikan PLTU Cilacap,'' ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Kemudian pada bulan Agustus trafo unit 5 PLTU Suralaya akan beroperasi kembali. Menurut Direktur Utama PT PLN Fahmi Muchtar beroperasinya trafo ini akan menambahkan pasokan listrik ke dalam sistem Jawa-Bali sebesar 600 MW. ''Ini akan menambah kehandalan daya dalam sistem Jawa-Bali,'' ujar Dirut PT PLN Fahmi Muchtar.

Selanjutnya pasokan akan terus bertambah pada tahun 2009. ''Pada tahun 2009 nanti ada tiga proyek Program Percepatan Pembangunan PLTU 10 ribu MW tahap pertama yang akan beroperasi, yaitu PLTU Labuan, PLTU Indramayu dan PLTU Rembang. Ketiga PLTU tersebut akan memasok lebih dari 1.000 MW ke dalam sistem Jawa-Bali,'' papar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

Sedang untuk jangka panjang, tambahan pasokan diharapkan akan diperoleh dari berbagai program pembangunan proyek pembangkit listrik yang dibangun oleh swasta (Independent Power Producer-IPP). Selain itu pemerintah juga tengah menyiapkan Program Percepatan Pembangunan PLTU 10 ribu MW tahap ke dua. Program ini berbasis bahan bakar panas bumi dan sumber energi baru dan terbarukan.

Bagikan Ini!